Cap Tangan dan Tanda Tangan Chef Pipit Fardiman dari Amsterdam “Warnai” Kegiatan Roots Day di SMKN 2 Malang

Jurnalis: Ning Tyas Asih

Ada hal berbeda ketika memasuki hall Student Center pertamina pada Senin (1/11). Kegiatan “Perayaan Anti Perundungan (Bullying) Roots Day” dikemas dengan dengan cukup cantik dan menarik oleh 30 siswa agen perubahan anti perundungan SMKN 2 Malang tahun 2021. Hiasan kain jarit yang diikat berbentuk kupu-kupu menghiasi dinding hall. Tak hanya itu kertas-kertas yang dibentuk menjadi beragam hiasan mungil menjuntai pada dinding. Sementara  di belakang kursi tamu undangan berdiri beberapa papan yang tertempel tulisan penuh warna. Ada quotes, kartu harapan, kartu kesepakatan bersama, kartu pujian, lembar kerja impianku, aksiku dan ceritaku. Siswa yang sibuk mempersiapkan acara tidak menggunakan seragam sekolah. Para laki-laki yang bertugas menggunakan atasan pakaian tradisional  lorek dipadu ikat kepala kain batik sedangkan para wanita anggun menggunakan kebaya dan kain dengan warna sepadan.

 

Pada kegiatan perayaan anti perundungan (bullying),menjadikan  sekolah menjadi sekolah yang menyenangkan merupakan tujuan. Demikian yang disampaikan oleh salah satu fasilitator sekolah, Ihdanul Fahminuddin, S.Pd yang juga guru Bimbingan Konseling (BK) SMKN 2 Malang. Sementara itu kepala SMKN 2 Malang, Drs. Hari Mulyono, M.T. dalam sambutan pembukaanya menyampaikan bahwa jauh ribuan tahun yang lalu Allah sudah mengajarkan untuk tidak saling mengolok sesama melalui Al-quran surat Al Hujurat ayat 11     ” Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. Lebih lanjut kepala SMKN 2 Malang menghimbau warga sekolah (bapak ibu guru, management, dan siswa) untuk saling menghormati satu sama lain, dan saling senyum dan sapa. Dukungan terhadap 30 siswa agen perubahan anti perundungan SMKN 2 Malang tahun 2021 juga disampaikan agar terus semangat untuk mentransfer ilmu kepada adik-adik kelas.

Kegiatan Roots Day yang dihadiri oleh perwakilan  bapak dan ibu guru SMKN 2 Malang dan juga perwakilan siswa diisi dengan deklarasi anti perundungan, penayangan short movie “bullier is Loser”. Hadir juga Chef Pipit Fardiman dari Amsterdam Belanda selaku patner dan konsultan SMKN 2 Malang.  Kepala SMKN 2 Malang dan bapak ibu dewan guruserta undangan yang hadir berkesempatan meninjau pameran karya agen perubahan anti perundungan SMKN 2 Malang. Decak kagum terlontar dari bapak ibu guru yang melihat karya  demi karya yang terpampang pada papan yang ditempel kertas berwarna-warni yang berisi ajakan untuk tidak melakukan perundungan. Pada akhir stand pameran kepala SMKN 2 Malang dan bapak ibu guru undangan memberikan cap tangan dan tanda tangan sebagai dukungan terhadap anti perundungan di SMKN 2 Malang.