KOTA MALANG – Suasana Lapangan Indoor Bumi Samuphahita, SMK Negeri 2 Malang, tampak berbeda pada Senin pagi (20/04). Ratusan murid kelas X dan XI berkumpul dengan antusias untuk mengikuti sosialisasi pencegahan kenakalan remaja yang digelar oleh Polsek Lowokwaru. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya preventif kepolisian dalam memagari generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan. Hadir dalam acara tersebut jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMKN 2 Malang, serta mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dari Universitas Negeri Malang.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, S.Sos., M.Hum., hadir langsung sebagai narasumber utama yang dalam orasi pendidikannya menekankan bahwa murid SMKN 2 Malang merupakan pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa, sehingga perjalanan mereka dalam meraih cita-cita harus dibentengi oleh tiga pilar utama, yakni menaati peraturan sekolah sebagai awal kedisiplinan, menaati hukum negara agar menjadi warga yang sadar akan aturan hukum di masyarakat, serta senantiasa taat kepada orang tua karena restu dan kepatuhan pada keluarga merupakan pondasi karakter yang paling mendasar.
“Jangan pernah mencoba membuat pelanggaran, baik di sekolah, masyarakat, maupun keluarga. Salah satu yang marak adalah balapan liar. Itu tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi mengganggu kamtibmas dan menyakiti hati keluarga,” tegas Kompol Anang. Beliau juga memberikan peringatan keras terkait bahaya narkotika yang dapat menghancurkan peradaban dunia melalui rusaknya generasi muda.

Narasumber kedua, Kanit Binmas Polsek Lowokwaru, Iptu Tri Sulistiyo, S.H., memaparkan materi yang lebih spesifik mengenai dinamika remaja saat ini. Beliau menyoroti isu perundungan (bullying), tawuran antar-kelompok, hingga bahaya pornografi dan seks bebas yang kian mengkhawatirkan.
“Remaja harus cerdas memilah pergaulan. Jangan terjebak dalam aksi unjuk rasa yang tidak jelas tujuannya atau masuk dalam lingkaran kenakalan remaja yang akan menyisakan penyesalan di masa depan,” pesan Iptu Tri Sulistiyo.
Selain masalah perilaku, beliau juga mengingatkan kewaspadaan terhadap kriminalitas di Kota Malang, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Beliau mengimbau warga sekolah untuk selalu menggunakan kunci ganda dan parkir di tempat yang aman.
Dalam kesempatan yang sama, turut diperkenalkan program SIM Bhabinkamtibmas yang didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Ketawanggede, Aiptu Catur Wiyono. Program ini dirancang untuk memudahkan warga Kota Malang, termasuk murid dan GTK yang telah memenuhi syarat, dalam pengurusan SIM melalui jalur koordinasi Bhabinkamtibmas setempat.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan informasi internal sekolah yang disampaikan oleh Pembina OSIS, Siti Maria Ulfa, S.Pd., Gr. Beliau memaparkan rencana kegiatan UTSAVATA 2026 serta rangkaian peringatan Hari Kartini 2026 yang akan segera digelar di SMKN 2 Malang.
Dengan adanya kolaborasi antara pihak kepolisian dan sekolah ini, diharapkan murid SMKN 2 Malang tidak hanya unggul secara akademis dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh untuk menghadapi tantangan zaman.
Jurnalis : Erwin Mulyo Pambudi, S.Pd., M.Pd., Gr.
