Malang, 16 Juli 2026 – SMK Negeri 2 Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan Program Guru Tamu bagi murid Kelas XI Program Keahlian Kuliner. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2026 ini mengusung tema “Peningkatan Kompetensi dan Budaya Kerja Industri Kuliner”, dengan menghadirkan praktisi industri Aril Pratama, S.Psi. sebagai narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan kompetensi, sikap kerja profesional, serta kesiapan murid menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan dunia kerja.
Program Guru Tamu merupakan salah satu bentuk implementasi link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui kegiatan ini, murid memperoleh wawasan langsung mengenai kondisi nyata industri kuliner yang terus berkembang, sehingga pembelajaran di sekolah semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pada sesi awal, narasumber menjelaskan perkembangan industri kuliner saat ini yang ditandai dengan perubahan tren makanan yang sangat cepat, meningkatnya digitalisasi melalui sistem pemesanan daring, penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), semakin kritisnya pelanggan terhadap kualitas produk dan pelayanan, serta tingginya tingkat persaingan di dunia usaha kuliner. Kondisi tersebut menuntut lulusan SMK untuk memiliki kompetensi yang lengkap agar mampu bersaing di pasar kerja maupun menjadi wirausaha mandiri.
Materi utama yang disampaikan menekankan bahwa keberhasilan seseorang di industri kuliner tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis (hard skill), tetapi juga oleh sikap kerja (attitude) dan keterampilan nonteknis (soft skill). Narasumber menjelaskan bahwa perusahaan dapat melatih keterampilan teknis, namun sikap seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kemauan belajar, serta kemampuan bekerja sama merupakan modal utama yang menentukan perkembangan karier seseorang di dunia kerja. Selain itu murid juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya komunikasi efektif, manajemen waktu, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta bekerja di bawah tekanan sebagai bagian dari soft skill yang harus dimiliki oleh tenaga profesional. Di sisi lain, hard skill seperti teknik memasak, penerapan food safety and hygiene, penggunaan peralatan dapur, food cost, plating, dan pelaksanaan SOP dapur menjadi kompetensi teknis yang wajib terus diasah.
Dalam kegiatan tersebut, murid juga dikenalkan dengan prinsip-prinsip kerja di lingkungan kitchen profesional. Narasumber menekankan bahwa komunikasi, koordinasi, kerja sama tim, konsistensi kualitas, serta kedisiplinan merupakan budaya kerja yang harus diterapkan oleh setiap tenaga kerja di industri kuliner. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan pelayanan dan produk yang berkualitas sesuai standar industri.

Pembahasan berikutnya mengangkat karakteristik Generasi Z di dunia kerja. Melalui diskusi interaktif, peserta didik diajak memahami tantangan yang akan dihadapi ketika memasuki industri, seperti jam kerja yang padat, bekerja di bawah tekanan, menerima kritik dari atasan, mematuhi SOP, bekerja dalam tim lintas generasi, serta pentingnya kesabaran dalam membangun karier. Siswa diberikan motivasi untuk membangun mental tangguh, mampu beradaptasi, terbuka terhadap masukan, serta menjadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang menjadi tenaga kerja profesional.
Selain memberikan motivasi, narasumber juga memperkenalkan berbagai peluang karier bagi lulusan program keahlian kuliner. Peserta didik memperoleh gambaran mengenai prospek kerja di hotel, restoran, café, bakery, industri makanan dan minuman, kapal pesiar, perusahaan katering, hingga peluang menjadi wirausahawan maupun kreator konten kuliner. Penjelasan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi siswa untuk terus mengembangkan kompetensi sesuai bidang yang diminati.
Sebagai bekal menghadapi PKL dan dunia kerja, peserta didik juga memperoleh pemahaman mengenai kompetensi yang paling dicari oleh industri. Beberapa di antaranya adalah attitude yang baik, inisiatif, disiplin, kemauan belajar, kemampuan bekerja cepat, kerja sama tim, komunikasi, integritas, serta tanggung jawab. Selain itu, narasumber mengingatkan pentingnya datang tepat waktu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan kerja, menggunakan seragam sesuai standar, menghormati atasan dan rekan kerja, tidak menggunakan telepon genggam saat bekerja, serta selalu menjaga nama baik sekolah selama melaksanakan PKL maupun bekerja di industri.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, refleksi, serta sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai kehidupan kerja di industri kuliner. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai peluang karier, persiapan PKL, hingga kompetensi yang harus dipersiapkan sejak dini agar mampu bersaing di dunia kerja.
Melalui Program Guru Tamu ini, SMK Negeri 2 Malang berharap murid tidak hanya memiliki keterampilan teknis sesuai bidang kuliner, tetapi juga mampu membangun karakter, etos kerja, dan budaya industri yang profesional. Sinergi antara sekolah dengan praktisi industri menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan yang siap kerja, siap berkembang, dan siap bersaing, sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan vokasi yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Jurnalis: Lutfiyah Afidah, S. Pd