Malang, 28 Agustus 2026 — SMK Negeri 2 Malang kembali memperkuat kesiapan murid menghadapi dunia kerja melalui kegiatan Pemantapan Soft Skill Kelas Industri Hotelier dan Kelas Industri Resto & Cafe yang dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Moch. Irfan, selaku Assistant HR Learning Manager Kontena Hotel Batu, sebagai narasumber. Kehadiran praktisi industri tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk memperoleh wawasan secara langsung mengenai tuntutan, budaya kerja, serta sikap profesional yang harus dimiliki sebelum memasuki lingkungan industri perhotelan, restoran, dan kafe.

Pemantapan soft skill menjadi bagian penting dalam rangka mempersiapkan murid agar tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menunjukkan attitude, komunikasi, kedisiplinan, grooming, tanggung jawab, kerja sama, dan kemauan untuk terus belajar.
Dalam materi pembekalan, murid diarahkan untuk memahami bahwa kegiatan magang maupun pembelajaran industri merupakan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. murid didorong untuk memiliki rasa ingin tahu, berani bertanya ketika belum memahami tugas, mampu menerima arahan dan evaluasi, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah professional appearance dan personal hygiene. Murid diberikan pemahaman bahwa penampilan merupakan bagian dari profesionalisme seorang pekerja hospitality. Standar yang ditekankan antara lain menjaga rambut tetap bersih dan rapi, menggunakan seragam yang bersih dan disetrika, mengenakan name tag, menjaga kebersihan sepatu, serta memastikan kuku tetap pendek dan bersih. Bagi murid yang berada di area kitchen, penggunaan uniform lengkap dan perlengkapan seperti hairnet atau chef hat juga menjadi bagian dari standar kerja.
Melalui pembekalan tersebut, murid diharapkan mampu membangun kebiasaan positif sejak berada di sekolah sehingga lebih siap ketika memasuki lingkungan kerja yang memiliki standar profesional tinggi. Dalam industri hospitality, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu soft skill yang sangat penting. Murid dibekali cara berkomunikasi secara sopan, menjaga volume suara, tidak memotong pembicaraan, serta menggunakan ungkapan yang tepat ketika berinteraksi dengan tamu maupun rekan kerja.

Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai L.E.A.R.N. Method dalam menghadapi keluhan tamu, yaitu Listen, Empathize, Apologize, Resolve, dan Notify. Murid diarahkan untuk mendengarkan keluhan dengan baik, menunjukkan empati, meminta maaf dengan tulus, mencari solusi sesuai kewenangan, serta menginformasikan permasalahan kepada supervisor apabila diperlukan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk murid menjadi calon tenaga kerja yang mampu memberikan pelayanan dengan sikap tenang, sopan, dan berorientasi pada kepuasan tamu.
Selain komunikasi, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) menjadi bagian penting dalam pembekalan. Murid diingatkan untuk hadir tepat waktu, mengikuti briefing dan jadwal kerja, menggunakan uniform serta grooming sesuai standar, meminta izin ketika meninggalkan area kerja, dan melaporkan perkembangan tugas kepada supervisor. Semangat kerja sama juga menjadi perhatian. Dalam dunia hospitality dikenal prinsip “ONE HOTEL, ONE TEAM”, yang menekankan bahwa setiap departemen saling mendukung dalam memberikan pelayanan terbaik. Murid diajak untuk tidak memilih-milih pekerjaan dan senantiasa membantu anggota tim ketika dibutuhkan.
Kerja sama dengan senior juga perlu dibangun melalui sikap LISTEN – UNDERSTAND – ASK IF UNCLEAR – DO – REPORT, sehingga setiap instruksi dapat dipahami dan dilaksanakan dengan tepat. Pemantapan soft skill juga mencakup safety awareness dan etika bermedia sosial. Murid diingatkan untuk memahami jalur evakuasi, mengetahui lokasi APAR dan kotak P3K, serta segera melaporkan kondisi atau situasi yang berpotensi membahayakan.
Di era digital, murid juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan informasi hotel dan tamu. Data tamu, nomor kamar, dokumen internal, maupun aktivitas di area terbatas tidak boleh disebarluaskan tanpa izin. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi murid agar mampu menjaga profesionalisme, integritas, dan kepercayaan industri ketika nantinya terjun langsung ke tempat kerja. Melalui kegiatan Pemantapan Soft Skill ini, murid Kelas Industri Hotelier dan Kelas Industri Resto & Cafe diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk menghadapi lingkungan industri yang sesungguhnya.
Target pembekalan tidak hanya berfokus pada knowledge dan skill, tetapi juga mencakup attitude, communication, experience, serta kemampuan melakukan evaluasi diri. Murid diharapkan mampu bekerja sesuai SOP, berkomunikasi dengan baik, bertanggung jawab, disiplin, dan mampu bekerja sama dalam tim.
Kegiatan bersama praktisi industri Moch. Irfan dari Kontena Hotel menjadi langkah strategis dalam memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia kerja. Melalui pengalaman dan wawasan yang diberikan, murid diharapkan semakin memahami bahwa keberhasilan di industri tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak keterampilan yang telah dikuasai, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, sikap profesional, dan kesiapan untuk terus berkembang. Dengan semangat “Learn Today, Serve with Heart, Grow for Tomorrow”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi murid untuk menjalani pengalaman industri dengan lebih percaya diri, profesional, dan bertanggung jawab.
jurnalis: Lutfiyah Afidah, S. Pd
Editor: Ning Tyas Asih, S. Pd