Azan Zuhur Berkumandang, Merak “Bambang”- Sang Ikonik SMKN 2 Malang Dievakuasi BBKSDA Jawa Timur

Malang. Azan zuhur berkumandang saat dua orang dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur dengan didampingi wakil kepala sekolah bidang Humas, wakil kepala sekolah bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) serta beberapa Bapak Ibu guru menuju kandang Merak Bambang pada Kamis siang (20/8/2026). Pada hari itu sang ikonik dan satwa kebanggaan SMKN 2 Malang secara resmi diserahkan kepada negara demi kepentingan kesehatan, keselamatan satwa.

Suasana terasa haru terasa saat memasuki kandang. Beberapa Bapak Ibu guru menyapa satwa langka yang sudah hampir sepuluh tahun berada di SMKN 2 Malang tersebut.

“Bambang ayo turun!”

“Bambang…baik-baik ya…”

Evakuasi dimulai dengan menurunkan Merak Bambang dari palang besi tempat bertengger yang ada di dalam kandang. Selanjutnya “Bambang”- panggilan sang Merak Hijau (dievakuasi) dengan cara dibungkus secara perlahan dengan kain lembut berwarna hijau. Bambang diam tanpa perlawanan saat tangan-tangan sang evakuator perlahan membungkus tubuhnya dengan kain. Para evakuator yang sudah terbiasa melakukan evakuasi dengan cepat melakukan tugasnya dengan dibantu Pak Wawan dan Pak Buang yang setiap hari memberi makan dan merawat Bambang. Para murid yang melihat proses evakuasi datang mendekat mereka menyampaikan salam perpisahan pada Bambang. Ada juga yang mengabadikan moment ini. Evakuasi di dalam kandang pun selesai. Bambang pun diam saat dibopong keluar meninggalkan kandang. “Selamat jalan Bambang…” ucap salah satu murid

Seusai evakuasi dilakukan proses penandatanganan berita acara penyerahan satwa liar. Dari SMKN 2 Malang diwakili oleh wakil kepala sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Zulqoidah, S.Kom, M.Pd sebagai pihak pertama (yang menyerahkan) kepada Mamik Nugroho selaku kepala resort wilayah Malang Raya sebagai pihak kedua (yang menerima).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMKN 2 Malang dengan kesadaran menyerahkan Merak Bambang kepada negara. “ ucap Agus Wanto salah satu perwakilan dari BBKSDA wilayah Malang Raya.

Seusai dievakuasi rencananya Bambang akan transit terlebih dulu di BBKSDA wilayah Malang Raya yang berada di jalan Cakalang Kav Auri No. 24 Polowijen Blimbing Malang sebelum nantinya akan di bawa ke Surabaya untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan. Jika hasil pemeriksaan Bambang layak dikembalikan ke habitatnya (lepas liar) maka akan dilepas. Namun jika tidak maka perlu dilakukan konservasi yang dinamakan pengawetan hidup (berupa tindakan pemulihan, perawatan) jika memang kondisi satwa memerlukan penanganan.

Ptl. Kepala Sekolah Slamet Winarto, M.Pd ketika ditemui pada hari sebelumnya menyampaikan bahwa sudah saatnya Merak Bambang dievakuasi dan dikembalikan ke habitatnya.

“Secara saya pribadi saya melihat Bambang ini kasian, dia sendirian. Kebutuhan Bambang ini tidak hanya makan saja. Bambang ini harus dikelola orang yang tepat, lingkungan yang tepat agar dia punya teman/sahabat di hari tuanya. Oleh karena itu Bambang harus dikembalikan ke alamnya.”

Jurnalis: Ning Tyas Asih, S.Pd

Tinggalkan komentar