MALANG Menyambut datangnya Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2026, SMKN 2 Malang menggelar pelatihan Pranata Acara Jawa di aula SC Pertamina yang dihadiri oleh perwakilan murid kelas XI dari setiap jurusan. Acara bernuansa Jawa ini dilaksanakan selama 3 hari yakni pada tanggal 14, 15, dan 21 September 2026. Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra ini menjadi salah satu upaya dalam melestarikan tradisi dan budaya Jawa sekaligus pelatihan public speaking bagi generasi muda bersama Rino Shamu, Master of Ceremony yang sangat berpengalaman dalam memandu berbagai acara bernuansa adat Jawa.
Rino Shamu adalah seorang MC Jawa kondang yang bertempat di Malang. Pengalamannya dalam memandu acara, baik yang bernuansa Jawa kental hingga acara-acara formal lainnya berhasil membawanya mendapatkan popularitasnya saat ini. Pada kesempatan ini, SMKN 2 Malang mengundang beliau untuk memberikan materi terkait Pronoto Coro sebagai pelatihan kepada murid SMKN 2 Malang.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, hingga sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari ketua pelaksana yaitu Deva Ega Permata, S.Pd, Gr., sedangkan sambutan kedua oleh Dewi Handayani, S.Kep, Ns. SMKN 2 Malang yang juga membuka secara resmi acara Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2026 ini.
Pelatihan pranata acara Jawa ini dilaksanakan selama tiga hari dengan materi yang berbeda-beda dalam setiap pertemuannya. Materi pertama berfokus pada Olah Swara (Teknik Vokal dan Intonasi) dan Olah Busana dan Raga (Sikap, Gestur, dan Etika). Materi kedua berfokus pada Simulasi Manajemen Upacara lan Reroncen Acara, kemudian pada pertemuan terakhir berfokus pada Olah Basa dan Sastra (Penyusunan Teks & Kosakata). Murid tidak hanya dilatih untuk public speaking akan tetapi juga dilatih untuk menghasilkan teks MC yang berkualitas sesuai dengan acara yang akan dipandu.

Ketika menjadi seorang MC, ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu, teks, suara, dan bahasa. Teks berkaitan dengan naskah, catatan, dan daftar susunan acara. Suara berkaitan dengan artikulasi dan pengucapan. Sementara, Bahasa berkaitan dengan penggunaan kosakata yang baik dan benar. Pelatihan selama tiga hari tersebut memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran secara langsung oleh pemateri-Rino Shamu-. Murid dapat menyaksikan secara langsung bagaimana pemateri memperagakan gaya khas seorang MC ketika memandu sebuah acara adat Jawa. Pemateri juga memberikan kesempatan bagi murid untuk ikut mencoba memperagakan menjadi seorang MC sekaligus menilai dan mengkritik apa yang harus diperbaiki oleh murid saat sedang memandu suatu acara.

Antusiasme murid selama mengikuti pelatihan menunjukkan bagaimana generasi muda saat ini dirasa mampu untuk ikut melestarikan tradisi dan budaya Jawa agar tidak terlupakan dan dapat diwariskan terus menerus kepada generasi-generasi selanjutnya. Melalui pelatihan ini, diharapkan murid mampu meningkatkan kemampuan public speaking serta mampu memperkenalkan budaya dan tradisi Jawa kepada masyarakat luas.
Penulis: Fannia Dwi Septiana Putri Utomo
Editor : Ning Tyas Asih